Ini masih awal Maret, dan saya belum sempat me-review apa yang terjadi di bulan Februari.

  • Mie udon rasa Seafood & Spicy

Sahabat saya memberikan ini ketika saya bilang bahwa saya ingin mencoba mie ramen rasa kimchi. Menurut saya rasanya hampir sama dengan mie rasa kare spesial dari produk lokal, hanya saja tentu bau amis khas seafood lebih terasa. Kata Opat, produk impor tentu saja beda dengan produk aslinya (yang ini impor dari Korea), karena MSG-nya lebih banyak (mungkin karena disesuaikan rasanya dengan selera konsumen negara tujuan).

  • Buku pinjaman dan buku beli

The White Tiger (Aravind Adiga) & The Book of Lost Things (John Connolly) saya pinjam dari Perpustakaan Kota Malang. Sedangkan Negeri Fast Food (Eric Schlosser) saya dapatkan dari obral buku di belakang perpustakaan. Seperti biasa, menambah koleksi buku-yang-belum-dibaca.

  • Mbolangers beraksi!

Pada hari Imlek, saya dan sahabat memutuskan untuk melakukan tour de mall alias cuci mata di salah satu mall yang cukup dekat dengan rumahnya. Kami mencoba permen lollipop rasa blueberry dan seketika berubah jadi jagoan neon. Photo session pun terjadi dan saya mengabadikan berbagai ekspresinya yang random abis.

  • Kalap di Gramedia

Perahu Kertas saya temukan di rak sastra, dan saat itu juga saya bertatapan dengan buku Tuhan & Hal-hal yang Tak Selesai (Goenawan Mohamad). Menimbang-nimbang buku mana yang ingin dibeli, pada akhirnya menerapkan paham shopaholic: daripada pusing ambil saja dua-duanya. Saya bawa pulang keduanya, dan buku terakhir masih duduk dengan manis di rak koleksi-belum-terbaca.

Saat meminjam buku di Perpustakaan Kota, saya memang berniat mengunjungi pameran tersebut. Pameran yang diadakan oleh komunitas Klastic Malang yang berisi foto-foto analog dari toy camera dengan tema LOVE. Selain gratis, bagi pengunjung juga dapat stiker Love-Fi (hihihi). Sebenarnya ingin nampang di situ dengan roboholic, sayangnya saya sedang single-fighter dan urat malu belum putus, jadi diam-diam saya foto saja backgroundnya yang unyu tersebut.

  • Say hello to Mrs. June!

Saat itu saya kebingungan mau memberi pembatas buku yang mana untuk Uthie (itung-itung ucapan terima kasih telah meminjamkan The Hunger Games-nya). Lalu terbersit pikiran untuk membuat sendiri dari kertas kalender duduk yang masih sisa dari re-use book kemarin, dan menempelnya dengan gambar-gambar girly dan eye-catching ala Happy House. Mrs. June muncul ke dunia nyata setelah saya mengobrak-abrik folder foto-foto koleksi jaman dahulu dan menemukan satu karakter yang layak tampil. Padahal dia itu dulu saya gambar waktu bosan sekali mendengarkan ceramah Bapak Pembantu Dekan yang terhormat saat Pembekalan KKN-P.

Bagaimana hari-hari Anda di bulan Februari?


Advertisements