Berlin, The Proposal and The Hunger Games

The Hunger Games (Suzanne Collins, 2008)

sumber dari sini

Buku yang pernah dipinjamkan Uthie beberapa bulan yang lalu. Setelah dibaca, dua hari sudah tamat. Tipikal novel dengan tingkat ketegangan cukup tinggi dan mau ga mau harus baca halaman-halaman selanjutnya demi memuaskan rasa penasaran. Sekilas seperti Battle Royale, dengan bumbu romantisme absurd di sana-sini. Tapi saya mencium aroma cinta segitiga di sekuel berikutnya. Semoga ini hanya perasaan saya saja, mengingat sejak buku kedua, saya kehilangan minat untuk membaca Twilight series dengan cinta segitiganya.

The Proposal (2009)

sumber dari sini

Sweet, cheesy, so-chick lit and happy ending.

Margaret Tate, bos yang galak (diperankan oleh Sandra Bullock) memaksa Andrew Paxton, sekretarisnya yang tertindas (diperankan oleh Ryan Reynolds) untuk menikah dengannya demi menghindari deportasi dari USA dan kembali ke Kanada. Oleh karena itu, Margaret pun terpaksa ikut dengan Andrew untuk pulang ke Alaska dan mengenalkan Margaret sebagai orang yang akan dinikahinya. Tiga hari, dan itu merubah hidup mereka segalanya.

β€œThree days ago, I loathed you. I used to dream about you getting hit by a cab. Then we had our little adventure up in Alaska and things started to changed. Things changed when we kissed. And when you told me about your tattoo. Even when you checked me out when we were naked. But I didn’t realize any of this, until I was standing alone… in a barn… wifeless. Now, you could imagine my disappointment when it suddenly dawned on me that the woman I love is about to be kicked out of the country. So Margaret, marry me, because I’d like to date you.” (Andrew Paxton, The Proposal)

Ew. Okay. Not-so-impressive, tapi lumayan buat selingan πŸ˜‰

#nowplaying Berlin – The Trees & The Wild. Cocok untuk telinga yang suka mabuk akustik dan lirik yang mengena.

Advertisements

18 thoughts on “Berlin, The Proposal and The Hunger Games

  1. Hunger Games dari bulan Desember belum beres juga. padahal itu penuh ceritanya page turner banget. Berhenti pas Katniss keluar arena ama Peeta pake baju api-apian . 😦

    ngga suka cerita cinta segitiga ya?
    atau karena males kalo yang kita pilih buat karakter utama beda sama pilihan penulisnya? πŸ˜€

    hahaha… iya setuju, The Proposal so-so banget. Cuma menghibur tapi ngga ninggalin kesan apa-apa.

    1. hehehe… sebenarnya alasan ngga suka cerita cinta segitiga adalah karena harus milih salah satu dan yang satu pasti harus berkorban. huu ceritanya jadi mengorek masa lalu deh *eh

  2. Sudah nonton the proposal versi Indonesia ga? Alias ftv itu.. Sungguh krik krik jadinya.

    Yang ttatw coba dengerin sealbumnya deh mbak, mungkin suka. Setelah Berlin saya suka Irish Girl. Sayang belum nemu CDnya di sini 😦

    1. ftv? saya ga pernah nonton kecuali waktu di rumah makan yang tiap kesana kebetulan nyetel ftv :p

      ttaw udah dengerin sealbum, sukaaa sekali πŸ™‚
      irish girl juga enak, malino apalagi. huhuy

  3. Yang saya suka dari The Proposal adalah setting-nya, sisanya biasa aja :mrgreen:

    Kalau TTATW, selain Berlin, saya suka banget sama The Noble Savage. Entah kenapa, menurut saya, suaranya Remedy terasa menyentuh hati 😳

  4. kuotasi kamu itu loh mbak πŸ˜†

    anw, masih dat-nyeng, males baca buku. masih nunggu kesempatan buat beli autobiografi-nya Mas Piyu saja lah….

    anw, lagunya lumayan oye itu πŸ˜›

    1. itu kuotasinya saya ambil dari quote filmnya di imdb lho. #kriuk abis emang πŸ˜€

      ah kalo the hunger games ini tidak saya rekomendasikan untuk anda, karena genrenya semacam perpaduan Harry Potter & Twilight :p

      1. ah kalo the hunger games ini tidak saya rekomendasikan untuk anda, karena genrenya semacam perpaduan Harry Potter & Twilight :p

        saya belum pernah baca keduanya, tapi sepertinya memang nggak bakal bisa menyukainya πŸ˜› saya masih doyan HarPot versi movie, lantaran visualisasinya oke. kalau saya bilang adaptasi adalah pemerkosaan terhadap novelnya, yg HarPot ini ‘digauli’ secara sah lewat pernikahan dulu

        anw, Twillight? saya masih perjaka dari tetraloginya. konon, kata temen saya yg anti eddie cullen; laki yg nonton film ini maho πŸ˜†

        1. petualangannya asik kaya harry potter, tapi romantisme absurd macam twilight ada walau tidak mendominasi. entah di buku selanjutnya, moga-moga tidak seperti itu.

          kalau begitu, jangan baca twilight kalo ga mau dibilang maho (LOL)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s