si upin, keponakan saya, lagi asyik kasi makan ikan

Dunia berputar begitu cepat. Tiba-tiba sudah hari Kamis lagi.

Tapi katanya pula cepat atau lambatnya waktu itu relatif, tergantung situasi yang terjadi saat itu.

Saat saya menunggu seseorang di sebuah tempat dan lupa membawa buku bacaan, baterai ponsel nyaris habis, atau pulsa yang tidak mencukupi untuk browsing dari ponsel, maka waktu berlalu sangat lambat hingga saya bosan memandangi jam tangan. Tapi saat berlibur dengan keluarga, berbincang-bincang dengan sahabat sampai larut malam, menonton variety show Korea favorit, waktu melaju seperti kereta.

Oleh karena itu, sebisa mungkin saya tidak banyak melamun saat itu. Karena momen-momen yang berharga itu seperti parfum. Mahal, wangi, dan mudah lenyap bersama udara. Mungkin itu bisa jadi salah satu alasan mengapa saya begitu menyukai fotografi. Membekukan sedikit banyak kenangan yang tak bisa selamanya mudah diingat dan dipanggil begitu kita membutuhkannya.

OOT: saya kehilangan mood untuk menulis selain update twitter galau pula akhir-akhir ini. Tapi setelah membaca posting blog neng tia, takodok, nona shinra, mas kuro, saya tergugah untuk menulis lagi 🙂

Sebentar lagi cerah, kan? #kode

jangan dimakan ya…

Ini janji saya untuk pajang foto kaki (lagi). LOL. Jangan tanya mengapa tidak saya rendam sekalian ke dalam kolam. Ikan sebesar itu pasti girang melihat cemilan jempol kaki.

Selamat bersenang-senang, jangan lupa jalan pulang 🙂

Advertisements