It had been 2 weeks. Time flies so fast

Dan saya masih berkutat disini, di depan komputer kesayangan saya, posting untuk HallyuCafe, being a 8-4 office worker, dan nyaris memasukkan postingan ini ke HC *menangis di bahunya bang heechul*

#August Wishes

Beberapa hari lagi, sudah bulan Agustus, dan waktunya puasa bagi yang menjalankan. Status pekerja juga akan kembali jadi freelancer, jadi moga-moga saja me-time yang selama ini dikumpulkan dengan susah payah, bisa lebih banyak digunakan untuk hal-hal yang produktif.

And there are so many things I want to do…

  • tamat mabok telo nonton goguma couple (check)
  • posting tutorial postcard (check)
  • kirim postcard (check)
  • beli Madre – Dewi Lestari
  • beli barang-barang untuk kerajinan tangan
  • cetak postcard dari foto-foto kemarin
  • memperdalam bahasa Inggris, Jepang dan Korea (yang berarti banyak nonton anime, film, drama, dan variety show. yeah!)
  • bayar utang
  • menyiapkan kado untuk seorang teman
  • tamat baca salah satu buku yang dengan setia menunggu di rak buku (beberapa minggu yang lalu saya beli ‘By the River Piedra I Sat Down and Wept’ karangan Paulo Coelho…dan bahkan masih dibungkus plastik sampai sekarang)
  • dan… *rahasia*

[Tutorial] Postcard

Mengingat mas kuro pernah menanyakan cara membuat postcard dari foto jepretan sendiri, jadi saya keluarkan tulisan ini dari liang lahatnya…

Saya sedang hobi bikin kartu pos dari foto-foto liburan maupun hasil hunting saya bersama roboholic. Anda bisa juga lho membuatnya sendiri di rumah. Alat dan bahannya:

  • gunting
  • lem (bisa pilih glue stick karena hasilnya tidak menyebabkan kertas bergelombang seperti kalau menggunakan lem cair, tapi kalau urusan lengket sepertinya lem glukol masih juara-atau pilih nasi kaya orang jaman dulu πŸ˜€)
  • kertas tebal, bisa kertas untuk sertifikat (kali ini saya menggunakan kertas tebal concord warna cokelat)
  • foto, biasanya saya menggunakan ukuran 4R
  • penggaris dan pensil

Caranya…

  • potong kertas jadi 4 bagian (kan biasanya ukuran kertasnya A4 atau folio tuh)

  • tempelkan foto, sisakan 2 mm tiap sisinya untuk bingkai (dengan bingkai atau tanpa bingkai, silahkan modifikasi sesuka hati
  • gunting sisinya hingga semua sisi sama panjangnya
  • bagian belakang bisa diberi garis tengah atau dihias sesuka hati. Tulis alamat dan pesan yang dituju dan voila! Bawa ke kantor pos (dan jangan lupa beli prangko), kartu pos siap dikirim..

note:

pastikan lemnya merekat kuat, jadi kalau lemnya kering coba kartu posnya ditekuk sedikit, tambahkan lem jika masih ada yang kurang rekat. Glukol lebih lengket sih, tapi buat saya sedikit merepotkan karena bisa belepotan kalau tidak hati-hati.

[update : 15 Desember 2011]

Cara lain yang mudah adalah bawa fotomu ke digital printing, minta fotonya di-copy 8x dalam satu lembar A3 atau dalam 1 lembar A3 bisa minta fotonya beda-beda (satu lembar A3 bisa memuat 8 lembar foto).Β Jangan lupa minta dipotong sekalian biar ga repot-repot motong di rumah. hihihi. Oiya kertasnya saya biasanya pake art paper 260 gram. Ongkos bikinnya murah kok, di sini selembar A3 kena Rp 5.000,- dan biasanya untuk gambar di baliknya (template kartu pos) saya cetak sendiri biar ngirit πŸ˜€ Β 

Mari budayakan kembali kejutan-kejutan kecil dalam kartu pos lagi πŸ™‚

Saya merekomendasikan postcrossing untuk pertukaran kartu pos ke luar negeri. FYI, perangko untuk kartu pos ke luar negeri (apapun negaranya) 5000 rupiah. Kalau dalam negeri tergantung daerah tujuan, mungkin sekitar 2500-3000 rupiah. Berhubung bulan kemarin dapat jatah banyak buat kirim kartu pos, jadi sepertinya baru bulan depan saya bisa kirim-kirim lagi. Lagipula mau cetak kartu pos kaya punya puty belum kesampaian.Moga-moga #AugustWishes bisa terwujud sepenuhnya πŸ™‚

λ‚˜μ—κ²Œ μ†Œμ›μ„ 말해봐! (Tell me your wish!)

Advertisements