Handwritten.

Kapan terakhir kamu menulis surat untuk seseorang secara manual? Atau lebih tepatnya, kapan kamu menulis catatan tangan dengan pensil atau pena di atas kertas?

Saya orang yang percaya bahwa tulisan tangan bisa menyalurkan lebih banyak emosi daripada mengetik dengan keypad ponsel atau keyboard komputer. Saya cenderung berkata lebih banyak di surat daripada mengetik dimanapun. Dan saya lebih menghargai apapun dalam bentuk tulisan tangan, atau segala sesuatu yang bersifat personal. Surat, kartu pos, kamera analog. Muatan emosionalnya lebih melimpah, sampai foto, surat-surat atau notes-notes percakapan labil antara saya dan teman-teman sepermainan saat SMP pun masih saya simpan. Tak perlu mesin waktu, tak perlu laci meja belajar Nobita untuk kembali ke masa lalu. Cukup duduk dan membuka kotak surat yang berdebu.

Kita semua menyimpan sejarah lebih banyak dari siapapun.

Advertisements

5 thoughts on “Handwritten.

  1. hihihihi..sama..saya juga masih nyimpen catetan2 kecil yg notabenenya isinya percakapan galau,,kecengan,,curcol,,dan semua itu dilakukan di kelas saat mata hampir terpejam,, :p

  2. Bener juga. Saat saya menulis diary (jangan ketawa ya…) di buku, rasanya lebih banyak yang ingin ditumpahkan ketimbang saat saya mencoba mengetik diary di komputer….

    Well, bukan diary juga sih, cuma kumpulan uneg2 doang. 😳

  3. Kalimat-kalimatku juga lebih mengalir kalau ditulis tangan ketimbang diketik. Aku juga sama kayak kamu, Ell, ngumpulin catetan obrolan geje jaman sekolah. Ibuku bilang aku nimbun sampah, tapi menurutku itu menimbun memori, soalnya aku pelupa :mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s