Itu Sudah Cukup.

Kamu tak perlu melakukan apapun. Tak perlu mandi atau dandan yang cantik. Pakai jaket tebalmu dan celana panjangmu yang nyaman.

Aku cuma ingin duduk di depanmu, melahap nasi bakar dan menyeruput teh panas. Angin berhembus kencang dan kamu menarik resleting jaketmu sampai menutupi hidung. Aku akan tertawa, dan kita akan berbicara santai seperti biasanya. Sekali-kali mengeluhkan si nona besar yang selalu bersikap seenaknya di kantor atau membicarakan seseorang yang diam-diam disayang ternyata menganggapmu adik yang tersayang.

Kita tahu, bahkan tanpa berbicara pun pikiran kita tertuju pada satu: suatu saat nanti kita akan berbicara santai lagi dengan teh tarik panas mengepul di meja.

Ini sudah cukup. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk berbagi senyum denganku πŸ™‚

Thank you, my dear friend, for let me invade your space.

Advertisements

3 thoughts on “Itu Sudah Cukup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s