Goodreads : Fly, Daddy, Fly & Life Existence

Setelah dihibur dengan culunnya Akuno & brutalnya Kyoko dalam My First Mr. Akuno (dan seperti genre favorit saya selama ini, dimana kadar romansa seperlunya saja, sisanya adegan-adegan slapstick yang konyol), saya kembali memasuki ranah komik dewasa yang serius. Bukan ‘dewasa’ dalam arti yang itu lho ya. Dewasa disini maksudnya ceritanya bukan sekedar siswa-siswi SMP atau SMA jatuh cinta dimana yang satu ganteng level dewa atau cantiknya level mahadewi. Favorit saya adalah manga fantasi atau membahas profesi-profesi khusus seperti misalnya The Skilled Surgeon (dokter bedah anak), Wild Life (dokter hewan), dr. Koto (dokter umum), Ghost Doctor (dokter hantu), Drops of God (somelier & wine), Yakitate! Japan (pembuat roti), Fire Investigator Nanase (pemadam kebakaran),  dan sebagainya.

    
Kali ini takdir menuntun saya untuk membaca Fly, Daddy, Fly (FDF) & Life Existence. Kebetulan keduanya memiliki persamaan : cerita tentang ayah yang mencintai keluarganya dan melindungi putrinya sekuat tenaga. Ternyata FDF malah pernah diangkat ke layar lebar dalam versi Jepang maupun Korea-nya. Walaupun begitu, keduanya bercerita dengan mood yang berbeda. Kalau FDF cenderung kocak, Life Existence cenderung suram dan sentimental.

FDF bercerita tentang seorang ayah sekaligus pegawai kantoran biasa yang hidup sederhana, dan tiba-tiba dunianya jungkir balik dalam sekejap. Putrinya yang seorang pelajar SMA, dihajar seorang siswa SMA anak politisi. Ia tak bisa apa-apa, karena semua orang tahu tak ada yang bisa melawan kekuasaan politisi tersebut. Sang ayah berencana membalas dendam tapi ternyata ia malah kesasar ke SMA ‘buangan’ yang isinya anak-anak dengan muka penjahat -_-” Disanalah ia bertemu dengan seorang siswa yang mengajarinya untuk membalas dendam secara sportif : di arena tinju. Dengan training ala Sparta, sang ayah pun berjuang keras demi membawa kemenangan bagi putri tercintanya.

Life Existence sendiri bercerita tentang seorang pria dengan vonis kanker, penyakit yang juga merenggut nyawa isterinya sembilan tahun yang lalu. Suatu ketika, ia mendapat berita kalau putrinya yang hilang 14 tahun yang lalu ditemukan…dalam wujud mayat. Ia tahu kalau batas waktu untuk menyeret pelaku pembunuhan adalah 15 tahun, yang itu berarti setengah tahun dari sekarang…dan juga sisa waktu yang ia punya. Ia memutuskan untuk menggunakan sisa hidupnya untuk menemukan pembunuh putrinya. Walau polisi angkat tangan, ia tak peduli walau harus berjuang sendirian. Rasa sesal karena melalaikan keluarganya dulu tak pernah hilang, dan itu adalah salah satu motivasinya untuk terus berjuang.

FDF tamat dalam 2 jilid, sementara Life Existence sendiri saya baru baca jilid 1 dan sepertinya layak untuk dilanjutkan ke jilid-jilid berikutnya. Thank you Level Comics, for giving us these good graphics & stories.

NB : Berhasil menamatkan Doctors – Erich Segal (kembali) dalam tempo seminggu, dan sedang berjuang untuk menamatkan Norwegian Wood – Haruki Murakami (lagi).

Image source : Fly Daddy Fly & Life Existence

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s