Mungkin ini takdir. Sekali lagi saya terpaku pada sosok yang sama.

Semalam, sambil skype-an dengan Mas Duta KW super tersayang, saya iseng-iseng nonton film yang saya golongkan sebagai ‘sudah dibakar,’ alias sudah di-burn dalam DVD tapi belum ditonton (lagi). Pertama kali menonton film Cin(T)a, tidak terasa apa-apa. Mungkin karena belum merasakan adanya kesamaan dengan karakter di dalamnya. Kali kedua, Mas Duta udah setengah ngambek akibat dicuekin gara-gara saya terkesima (lagi) dengan ceritanya (interfaith relationship? #jleb) dan tentu saja…dengan tokoh Cina.

diculik dengan semena-mena dari blog Rise & dijadikan avatar twitter

Karakter Cina, yang dimainkan Sunny Soon. Yang setahun kemarin kami pernah fangirling berjamaah, mengagumi pria putih sipit yang semakin menyilaukan saat memakai kacamata. Sebentar lagi cerah? Nggak, buat saya kalau sedang dimabuk kepayang begini, lihat ini sebentar langsung cerah berbinar-binar. Tulisannya menyenangkan buat disimak, dan tanpa terasa saya sudah stalking sampai halaman terakhir. Sungguh hiburan yang menyegarkan di sela layar-layar excel yang terbuka.

Apa kabar Mas Pendosa sekarang? Masih suka melakoni tujuh macam dosa yang terdokumentasikan dalam tulisannya?

Ah rupanya sedikit galau. Tapi tetap saja unyu. Kabarnya film keduanya, ‘Demi Ucok‘ rilis tahun depan. Dan demi apa pula saya baru tau twitternya dari Uthie barusan. Saya merasa gagal menjadi seorang stalker. Tak apa. Tak ada kata terlambat untuk ini. Bukan begitu, nona-nona penggemar pria unyu?

ย Seperti kata Rise, mari hidupkan kembali suasana cerah dalam hidup yang sudah cukup depresif bagi rakyat jelata ini. WWLDMCMB (We Want Less Depressive More Cute Male Bloggers)!

Advertisements