Semuanya berawal dari sebuah pesan di Whatsapp (2/9/2016), dari tempat makan kesayangan, Kimbap Rina (Kirin). Kok tanggal 4? Apakah ini pesta ulang tahun untuk saya? *ge-er kamu!*

WhatsApp Image 2016-09-02 at 10.17.46 AM

Salam. Selamat Pagi.

Kirin secara eksklusif mengundang anda untuk datang pada acara:

KIRIN’S NEW MENU LAUNCHING
Pada tanggal 4 September 2016
Pukul 18.00 WIB (Bisa sholat magrib di Kirin)
Bertempat di Kedai Kimbap Rina Jl. Kalpataru no 40 Malang.

Acara akan diisi dengan makan malam dan perkenalan menu terbaru dr Kirin.
Undangan ini berlaku untuk dua orang. And Totally free.

Silahkan Konfirmasi kedatangan anda dengan membalas pesan ini. Konfirmasi anda kami tunggu hingga Sabtu 3 September 2016 pukul 09.00wib.

Undangan ini bersifat eksklusif dan tertutup untuk umum, sehingga undangan tidak bisa dipindah tangankan jika anda berhalangan hadir.

Your presence is our present. Terimakasih. Salam.

Regards
Kimbap Rina’s Management

Oooohhh Kirin launching menu baru! *banana dance*

IBssDHhR_400x400

Bagi yang belum tahu, Kimbap Rina (Kirin) adalah tempat makan dengan menu makanan Korea pertama di Malang (CMIIW) tahun 2012. Saya taunya ya dari temen kantor yang sama-sama tersesat di dunia K-Pop. Karena lokasinya ga jauh dari kantor, jadi kami sering main kesana, mencoba seluruh menunya dan jadi kenal sama Mbak Rina, yang punya Kirin ini. Kalo diinget-inget, Kirin ini dulu pegawainya cuma 3 orang, termasuk Mbak Rina sendiri. Tempatnya pun di rumah sendiri, dimana ruang tamu disulap jadi tempat lesehan dengan 4 meja panjang dan garasi yang diubah jadi dapur. Menunya juga lebih ke menu-menu snack kelas berat (kalo bukan nasi namanya snack *plaks*)seperti kimbap (김밥), tteokpokki (떡볶이), rapokki (라볶이), dak galbi (닭갈비), dengan pilihan tambahan topping telur rebus, keju, fish cake, ubi, dan tteok (-semacam kue beras). Saya bilang ini snack kelas berat karena porsinya sangat mengenyangkan *melambaikan tangan pada kamera*. Soal harga juga sangat terjangkau, saat itu dibanderol ga lebih dari Rp 20.000,- per porsi. Bagi pelanggan pertama di bulan saat Kirin dibuka (saya lupa tepatnya kapan, mungkin sekitar Juni?), dapat member card dimana setelah 10x pembelian dapat free 1 porsi kimbap. Hore banget ga tuh? 😀

Seiring berjalannya waktu, Kirin makin terkenal di social media, pengunjungnya makin banyak sampai antrinya selalu mengular naga aduhai panjangnya. Menu-menu baru ditambahkan, seperti Bokkeumbap (볶음밥 – nasi goreng kimchi), Patbingsoo (팥빙수 – es serut ala Korea), Odeng (오뎅 – lembaran fish cake yang ditusuk seperti sate), dan sempat ada menu jajangmyeon (자장면) yang sayangnya hanya bertahan sebentar karena keterbatasan bahan baku. Setelah beberapa kali renovasi untuk memperluas tempat makan, menambah personil dan peralatan dapur, Kirin juga membuka jalur delivery order.

Kemudian mulai tanggal 24 Agustus 2016, Kirin tutup sementara kurang lebih 10 hari untuk pengembangan menu baru dan konsep baru, dimana akan ada perubahan besar di list menu Kirin. Jeng jeeeeeeng~ Tanggal 4 September 2016, Kirin mengundang food blogger dan VVIP member *halah* alias sejumlah pelanggan pertama Kirin, yang mengenal Kirin dari pertama kali buka, untuk hadir di acara launching menu dan konsep barunya.

Tanggal 4 September 2016 kemarin, saya datang ke Kirin jam 18.00 bersama partner dan ada beberapa tamu undangan lain yang sudah datang terlebih dahulu. Kami dipersilahkan duduk di tempat yang disediakan, dengan nama-nama undangan tertulis di meja. Satu meja terdiri dari 4 orang, dan masing-masing meja ada kompor gas portable. Lho lho apa ini? Jangan-jangan nanti menu barunya BBQ ya? :p

Sambil menunggu para undangan hadir seluruhnya, kami diberi appetizer berupa kimbap mini Spicy Tuna Mayo Kimbap (isi tuna dan potongan cabe rawit) dan Mayak Kimbap yang isinya kimchi radish, danmuji, wortel dan bayam. FYI, Mayak Kimbap ini artinya Drug Kimbap. Hah kimbap ini ada obatnya?! *zoom in zoom out* Nggak kok, kimbap ini disebut begitu karena orang Korea kalo makan ini kayak orang ketagihan ga bisa berhenti, LOL. Bener aja, sekali comot rasanya susah berhenti *baper apa laper*.

Jpeg

Selanjutnya, acara dibuka oleh Mbak Rina sendiri selaku pemilik Kimbap Rina, sekaligus mengumumkan kabar baik dan kabar buruk bagi pelanggan Kirin. Jeng jeeeeng~ udah pada deg-degan inii~

Jpeg
Owner Kimbap Rina

Kabar baiknya adalah Kirin sedang mengusahakan sertifikasi halal MUI di tahun ini. Ini tentunya terobosan besar karena tidak banyak restoran yang menjual makanan Korea memiliki sertifikat halal dari MUI. Proses mengurus sertifikat halal MUI ini memang tidak mudah, karena ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi (lebih lengkapnya bisa dilihat di website Halal MUI). Karena ada beberapa bahan baku yang diimpor dari Korea Selatan, seperti soy sauce dan gochujang, maka produk tersebut selain dilihat dari kandungannya, harus bisa dilacak asal-usulnya, alias dari pabriknya. Soy sauce bisa disubtitusi, dengan soy sauce bersertifikat halal dari Malaysia, sedangkan gochujang yang digunakan masih harus impor dari Korea Selatan. Gochujang yang masuk ke Indonesia ini masih dikategorikan bahan kritis, karena gochujang adalah produk fermentasi, dikatakan masih dalam ranah abu-abu dari segi kehalalannya.

Kabar buruknya, semua menu di Kirin yang mengandung gochujang, ditarik sementara sampai mendapat penggantinya. Artinya, menu-menu best seller Kirin seperti tteokpokki, rapokki, dan dak galbi dihilangkan. ANDWAAAAEEEEE *ala Kwangsoo* Tapi bener juga sih, better safe than sorry. Penjelasan lebih lengkap dari Kirin juga bisa dibaca di sini.

Kabar baiknya, ada menu-menu baru sebagai pengganti menu-menu yang dihilangkan. Dijamin ga kalah bikin ngiler dibanding menu-menu lama! Selain Mayak Kimbap yang sudah dibahas tadi, ada japchae (잡채-bihun khas Korea), doshirak (도시락-lunch box ala Korea), patbingsoo durian, dan budae-jjigae (부대찌개-army base stew/sup pedas khas Korea) yang mungkin sering kalian lihat di variety show Korea 😀

Kami diberi kesempatan untuk mencoba beberapa menu baru ini, yaitu Mayak Kimbap, japchae, gyeranmari (계란말이 – telur gulung yang biasa dijadikan side dish doshirak), bulgogi (yang nantinya jadi lauk untuk menu Bulgogi Doshirak), patbingsoo durian, dan budae-jjigae! Jadi kompor gas portable itu gunanya buat masak budae-jjigae :O

Jpeg
Japchae
Jpeg
Gyeranmari
Jpeg
Bulgogi
Jpeg
Patbingsoo Durian
Jpeg
Budae-jjigae
Jpeg
Budae-jjigae

Yang jadi bintang utama malam itu adalah bulgogi dan budae-jjigae lho. Asin gurihnya bulgogi, dibungkus dengan daun selada, udah kayak makan samgyeopsal :)) Budae-jjigae ini, selain rame banget isinya (tofu, kimchi, sosis, jamur, tteok, kubis, wortel, mie ramyeon), yang seru adalah cara masaknya. Tunggu sampai kuah di dalam panci mendidih, aduk-aduk-aduk sampai sayur dan mienya matang, tambahkan kaldu jika kurang banyak airnya. Kalau kira-kira udah matang semua, matikan saja kompornya, santap selagi panas. Kalau kurang panas, bisa dinyalakan lagi kompornya. Jangan diikuti kebodohan saya yang kompornya dinyalain terus, aduknya belum rata tapi airnya keburu habis. Alhasil pancinya sampai gosong, bumbunya masih di bawah jadi asin asem pedes banget rasanya  :))

Overall, buat saya menu-menu baru Kirin sukses mengobati lara ditinggal menu-menu lama. Semoga kalian juga merasakan hal yang sama ya, bisa move on menyambut menu baru. Untuk price list menu baru bisa dilihat di IG Kirin ya. All the best for Kirin!

NB : Udah kebelet pingin nyoba menu barunya Kirin? Kirin akan buka lagi, istilah kerennya official comeback, pada hari Kamis, 8 September 2016. Khusus hari Kamis ini lho, Kirin buka. Biasanya kan Kirin tutup di hari Kamis 😀

Kimbap Rina (Kirin)

1st K-Food shop in Malang

Buka : 12.00,Jumat:12.15 | Tutup : jika Sold Out

Libur : Kamis & Libur Nasional

Jl. Kalpataru No. 40 Malang

WA (untuk order delivery) : 085791318382

Instagram : @kimbaprina | Twitter : @Kimbap_Rina

Advertisements