Ambisi

Saya biasanya ga percaya dengan yang namanya penggolongan karakter berdasarkan golongan darah, tapi kalau memilih salah satu karakter yang mencerminkan saya, itu adalah soal ambisi.

Dalam berbagai kasus, saya menyebut diri sendiri sebagai jack of all trades, master of none. Saya sering tertarik pada banyak hal dalam satu waktu, membaca sedikit lebih banyak dari orang lain, kadang-kadang dibilang google berjalan. Tapi ya itu, ilmu saya cetek, kalau misalkan ada kasus yang saya kurang tahu, saya juga ga berani rekomendasikan ini-itu (walau tetap saja saya sering kemeruh dan menyesatkan *sungkem).

Seseorang pernah bilang, seandainya saya punya sedikit lebih banyak ambisi untuk menjadi leader, bukan nggak mungkin pak bos mengangkat derajat kacung seperti saya ini ke level yang lebih tinggi. Tapi ya begitulah, menjadi tokoh di balik layar dan menjadi ninja yang keberadaannya menyatu dengan pot kembang masih jadi pilihan utama saat ini. 

Ambisi untuk naik panggung dan menguasai dunia? Nanti dulu (kalau ingat).

Advertisements

2 thoughts on “Ambisi

  1. Kadang-kadang bosan jadi kacung sih. Aku juga miskin ambisi, tapi kadang-kadang ada yang ingin dicapai jadi mau nggak mau (terlihat) berusaha lebih. Walaupun suka berakhir dengan “ah malas, nanti saja”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s