Search

Pandora Heart

I'm not trying to hide anything. It's just that I don't want to see.

The Present

I think the present moment is so underrated. It sounds so ordinary, and yet we spend so little time in the present moment that is anything but ordinary.

We can’t change every little thing that happens to us in life, but we can change the way that we experience it.

[TED] Andy Puddicombe: All it takes is 10 mindful minutes

Favorite TV Series

Dari dulu saya tertarik dengan TV series atau cuitan yang membahas penyelidikan, medis, psikologi, forensik dan semacamnya (Amygdala, saya berada di barisan cengkeh nastarmu). Saya sudah menonton beberapa seperti: Continue reading “Favorite TV Series”

Dream Job

Kata Shonda Rhimes di TED (iya, Shonda Rhimes yang bikin Grey’s Anatomy sampai Season 12 dan membunuh karakter-karakter favorit saya),

“A dream job is not about dreaming. It’s all job, all work, all reality, all blood, all sweat, no tears. I work a lot, very hard, and I love it. When I’m hard at work, when I’m deep in it, there is no other feeling. For me, my work is at all times building a nation out of thin air. It is manning the troops. It is painting a canvas. It is hitting every high note. It is running a marathon. It is being Beyonce. And it is all of those things at the same time.”

Kalo kata mas-mas yang satu ini, dream job itu ya pekerjaan dimana kita dibayar buat mengerjakan hal yang kita suka. Bekerja di Star Wars HQ, membuat action figure, membuat komik, jadi host mengunjungi rumah-rumah cakep di Jepang…

Atau menurut saya, jadi Crime Scene Investigator ala CSI Cyber atau cosmetic product developer seperti Vani Sagita itu kece juga 😀

Tapi ya, sebenarnya dream job yang saya tulis di atas mungkin bukan pekerjaan impian yang benar-benar bisa saya lakukan. Lebih tepatnya, itu pekerjaan impian yang membuat saya terpesona, dan membuat saya berimajinasi bahwa itu adalah pekerjaan saya di dunia paralel. A real dream job? I’m not sure, for now. 

What’s yours?

Sejak Bulan Oktober

Sejak bulan Oktober 2015, saya berhenti menulis apapun disini.  Meninggalkan sedikit remah-remah di twitter, posting foto kuliner di instagram (jika ingat), membalas pesan di Beetalk sesekali. Selebihnya aktivitas saya lebih banyak di kantor, saling mengirim pesan dengan para sahabat, banyak membaca artikel kesukaan, dan bermain game online.

Saya seperti sedang menenun kepompong udara, dan membungkus diri saya sendiri dalam versi lebih ceria dan terbuka. Menunggu sampai tiba waktunya versi saya yang lebih baik, terbangun.

Tentu saja itu adalah alasan saya untuk tetap bertahan di zona nyaman. Agenda mini yang rencananya dibuat untuk menuliskan remah-remah pikiran, akhirnya lebih banyak diisi dengan jadwal, to d0-list, daftar belanja bulanan, dan resep masakan sederhana. Sejak salah satu dari sahabat saya pindah ke luar kota, otomatis saya tidak banyak melakukan pertemuan dengan orang lain (di luar lingkup keluarga dan pekerjaan). Saya semakin senang menyibukkan diri sendiri dengan hal-hal yang tidak membutuhkan pertemuan baru.

Baru akhir-akhir ini saya memberanikan diri untuk bergerak ke jalan yang baru, mulai dari hal-hal kecil, seperti:

  • Saya (akhirnya) mencoba yoga sendiri di rumah dengan bantuan aplikasi android. “Beginner Bala Yoga for Back and Abs,” adalah permulaannya, karena sebelumnya saya sering mengeluh sakit punggung dan badan kaku. Walau belum bisa mengikuti satu sesi penuh (45 menit), dalam waktu dua minggu ini saya merasa lebih bugar dan tidak ada keluhan sakit punggung tiap kali bangun tidur. Ini tentu saja ditunjang dengan lebih giat minum air putih,
  • Mindful eating. Saya masih suka pizza, cokelat, es krim, dan sebagainya. Namun saya berusaha untuk selalu bertanya pada diri sendiri, ketika saya marah, sedih, frustasi, bosan apakah saya benar-benar lapar? Meneguk air putih cukup membantu dan menenangkan pikiran. Saat saya ingin mengambil segelas minuman bersoda berikutnya, membuka bungkus cokelat kedua, atau makan gorengan beberapa potong, saya berhenti sejenak dan berpikir, inikah yang saya inginkan? Think twice. Dalam 2-3 bulan terakhir, ini membantu mengurangi frekuensi jajan di luar atau mengemil di saat bosan.

Tentu saja, masih banyak yang perlu dikoreksi untuk menjadi diri yang lebih baik. Tidak mudah, tapi bukan tidak mungkin.

Bagaimana denganmu?

Waktu.

Benda ini makan segalanya;

Burung, binatang, pohon, dan bunga;

Mengerat besi, menggigit baja;

Batu keras pun digilingnya;

Membunuh raja, menghancurkan kota.

Meruntuhkan gunung sampai rata.

Kalian pernah mendengar atau membacanya? Ya, itu salah satu teka-teki Gollum untuk Bilbo di The Hobbit.

“Bilbo memikirkan nama segala raksasa dan gergasi yang pernah didengarnya dalam dongeng, tapi tak ada satu pun raksasa yang bisa melakukan segala hal ini.”

Bilbo yang nyaris dimakan Gollum bisa menjawab dengan benar karena keberuntungan. Saat ia ingin berteriak,”Beri aku waktu! Beri aku waktu!” yang keluar dari mulutnya dengan suara melengking hanyalah: “Waktu! Waktu!”

 Memang itulah jawaban teka-tekinya.

Waktu saya membaca ini, saya teringat kalimat yang pernah saya tulis sebelumnya di suatu tempat.

Waktu muda, kita menukar waktu dengan uang. Kita berpikir, uang bisa membeli segalanya, termasuk waktu bersenang-senang di saat tua.

Waktu tua, kita menukar uang dengan waktu. Kita rela membayar uang sebesar apapun demi bisa kembali ke masa lalu, masa muda.

Mungkin itu sebabnya krim anti-aging laku keras di kalangan wanita menginjak usia paruh baya #apasih

[Kuliner] Gedhang Ganteng

IMG_20150807_1747501

Sudah beberapa hari yang lalu saya dan Tuan Kacang ingin wisata kuliner lagi, cari jajanan buat pengganjal perut di sore hari. Meluncurlah kami ke Gedhang Ganteng, salah satu cafe di Jl. Mayjen Panjaitan 172 Malang. Judulnya aja Gedhang Ganteng, jadi temanya juga pasti ga jauh-jauh dari pisang dan olahannya.

Continue reading “[Kuliner] Gedhang Ganteng”

Random

Selamat pagi.

Sudah lama sekali tidak menuliskan hal-hal random dan cerita sehari-hari disini. You know what is the problem here : terlalu banyak mikir dan maju mundur nulis sesuatu, terdistraksi sana-sini, ide menulis terkuras di post Instagram, sudah nyampah di social media. Walau begitu, saya tetap rindu untuk duduk tenang dan berbincang-bincang dengan diri sendiri. Saya rindu dengan buku-buku yang bertebaran untuk dikutip quote-nya. Catatan-catatan di balik nota belanja. Buku harian tempat sumpah-serapah. Kembang tidur yang terlalu penting untuk dilupakan.

Mengutip kata-kata Uthie: I miss my solitude times, having thoughts only to myself and feel awesome.

Butuh usaha untuk kembali suka menulis tentunya. Dimulai dengan membawa notes dan pulpen kemana-mana. Gadget tentu saja selalu dibawa, tapi kurang sreg rasanya kalau bukan secara manual. Entah akan bertahan sampai kapan, tapi tidak ada salahnya mencoba.

[Review] BINGSOO Malang + Kopdar Klub Beetalk ‘Kuliner Malang’

Postingan ini saya gabung karena sebelumnya saya belum pernah datang ke tempat yang cukup heits di kota Malang ini, yang sekaligus juga jadi lokasi kopdar untuk Klub Beetalk ‘Kuliner Malang’ kemarin. Ini bukan kopi darat pertama sebenarnya, kalau dihitung berdasarkan jumlah, ini adalah kopi darat terbesar kedua yang pernah dilaksanakan. Terbesar? Ya maksudnya yang dateng lebih dari 5 orang :))

Sebelum bahas per-bingsoo-an, pasti ada yang ga ngerti apa itu Klub Beetalk ‘Kuliner Malang’.

Continue reading “[Review] BINGSOO Malang + Kopdar Klub Beetalk ‘Kuliner Malang’”

[Quote] An Abundance of Katherines

“You matter as much as the things that matter to you. And I got so backwards trying to matter to him. All this time, there were real things to care about: real, good people who care about me, and this place. It’s so easy to get stuck. You just get caught in being something, being special or cool or whatever, to the point where you don’t even know why you need it; you just think you do.”
― John Green, An Abundance of Katherines

Googling quote dari buku terakhir yang saya baca sampai tuntas. Yang belum tuntas? Mahabarata. The Girl with the Dragon Tattoo (yang saya pikir, ‘syukurlah filmnya tidak memuat seluruh isi bukunya’). Dan “Obat Bisa Salah : Cerdas & Bijak Mengonsumsi Obat,” dr. Handrawan Nadesul. Mau posting November Haul, fotonya masih ada di kamera. Mau review skincare atau makeup , draftnya masih nangkring di Evernote. Mau bungkus kadonya Mbak Opat, ehm kelupaan terus. Moga-moga ga kebablasan sampai tahun depan (lagi) *peace*

Up ↑